Jumat, 06 Juni 2014

Kecantikan



BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Fenomena kecantikan memang sudah menjadi bagian dari gaya hidup setiap manusia, terutama pada kaum wanita. Kenyataan ini sudah dirasakan sejak berbad-abad yang lalu. Secara tradisional teknik perawatan tubuh sudah dikenal sebagai bagian dari unsur kebudayaan masyarakat sepanjang perkembangan umat manusia. Dijaman mesir kuno pada saat pemerintahan dinasti Firaun, telah ditemukan tulisan-tulisan sejarah yang berhubungan dengan kecantikan dan cara-cara perawatannya. Seperti obat-obat dan bahan-bahan kosmetik yang digunakan untuk menunjang kecantikan dan yang sudah dikenal dengan baik. Cleopatra adalah Ratu Mesir kuno yang namanya melegenda sebagai  sebagai primadona kecantikan dan yang menjadi simbol dewi kecantikan pada masa itu. Temuan-temuan itu menjadi bukti nyata bahwa kecantikan telah menjadi bagian dari kebutuhan hidup wanita sepanjang jaman. Kecantikan identik dengan penampilan diri dan aset yang sangat berharga bagi setiap wanita. Konsep kecantikan berkembang pada setiap jamanya. Konsep ini berkembang sejalan dengan perubahan gaya hidup dan perkembangan dibidang kosmetologi. Istilah cantik mempunyai makna yaitu sesuatu yang indah, yang dapat ditangkap oleh panca indra atau kecntikan lahiriah. Tubuh langsing, wajah oval, kulit yang mulus, rambut yang indah merupakan kriteria kecantikan yang dapat diterima oleh panca indra.
Tata kecantikan merupakan seni mempercantik yang berfungsi untuk mengubah kekurangan-kekurangan yang ada kearah yang lebih cantik dan sempurna. Berbagai trik merias wajah dapat dilakukan untuk menyulap menjadi istimewa, salah satunya dengan sulam alis. Sulam alis adalah contoh dari sekian banyak dari trik mengubah wajah. Konsep dari trik ini adalah dengan mengisi bagian-bagian alis yang kosong dan menggantikan alis-alis rambut sehingga alis terlihat semakin indah.